Bismillahir Rahmanir Rahiim, izinkan saya untuk berbagi pengalaman saya sebelum menjadi guru hingga mengenal diklat PembaTIK.
Saya Ida Nursanti, saat ini saya berusia 30 tahun. Sebelumnya, saya hanyalah ibu rumah tangga biasa yang walaupun saya seorang sarjana. Saya alumni Universita Halu Oleo (2013), setelah menikah meninggalkan tanah kelahiran saya dan merantau. Manokwari Papua Barat adalah kota pilihan saya saat itu. Sebagai seorang IRT, kesibukan saya hanya di rumah, mengurus anak, suami dan segala atifitas rumah tangga lainnya. Hingga di penghujung tahun 2018 bermodalkan ijazah sarjana saya mencoba melamar di Instansi Kementerian Agama dan kebetulan saat itu jurusan saya buka untuk formasi guru sejarah dua orang. Alhamdulillah, Allah SWT memberikan saya kesempatan untuk mengamalkan ilmu saya kepada generasi penerus bangsa. Jadilah saya CPNS di instansi Kementerian Agama dengan satuan kerja di MAN Fakfak dan mengampu mata pelajaran Sejarah Indonesia sesuai dengan basic pendidikan saya. Disitu baru saya sadari, ternyata dunia pendidikan saat ini sudah banyak berubah. Peserta didik tidak saja hanya di berikan buku untuk dibaca, dan guru bukan hanya satu-satunya pemberi informasi. Saya tertinggal banyak hal dan selama menjadi CPNS, saya terus belajar menjadi guru yang baik, dua kali mengikuti supervisi dan mendapat masukan dari senior-senior saya.
Tahun 2020 bulan Maret, saya mendapatkan SK PNS dan seminggu setelah penerimaan SK PNS tersebut, dunia dihebohkan dengan pandemi covid 19 yang mengharuskan segala sesuatu dilakukan dari rumah. Saya berpikir keras, bagaimana caranya agar peserta didik saya tetap belajar walaupun dari rumah. Sempat berpikir ingin membagikan buku paket agar peserta didik saya tetap belajar tapi ketersediaan buku tidak mencukupi seluruh peseta didik. Hingga di grup-grup satker, banyak sekali mengirimkan stiker-stiker diklat daring yang kebanyakan membahas strategi belajar dimasa pandemi, bagaimana merancang video pembelajaran dan lain sebagainya. Sayapun tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut mengingat pengalaman saya sangat minim, hingga di bulan April saya menemukan diklat PembaTIK.
Awalnya saya kurang tertarik mengikuti diklat PembaTIK, karena menurut saya tidak cocok dengan saya yang seorang guru sejarah. Di pikiran saya saat itu , " yang cocok di diklat PembaTIK ya, seorang guru TIK dan operator sekolah. Apalagi di level literasi, pembahasannya seputar TIK. Jadilah saya mengikuti dengan setengah hati, hingga nilai yang keluarpun nanggung. Tahap literasi saya permantap kembali, mulailah membaca modul 1 sampai modul 4 tanpa satupun yang di skip. Dengan membaca modul tersebut saya jadi mengetahui tentang bagaimana berinternet yang sehat, bijak dan aman, bagaimana internet digunakan dalam pembelajaran,UU ITE, hak cipta dan lain sebagainya. PembaTIK memberikan saya kesempatan lagi untuk mengenalnya lebih jauh hingga membuka remedial bagi peserta diklat yang tidak lulus level 1 dan saya tidak ingin melewatkannya dan alhamdulillah lulus. Benar kata pepatah bahwa, tak kenal maka tak sayang seperti itulah awalnya saya terhadap diklat PembaTIK tapi ternyata aku makin cinta seperti lagu mama Ina (Vina Panduwinata) hingga Level 2, Level 3 saya lewati dengan lancar dan alhamdulillah saat ini saya berada di level 4 .
Mengutip dari pernyataan Mas Menteri Nadiem Makarim pada pembukaan kuliah umum PembaTIK level 4 (14/9/2020) "Bapak Ibu guru sekalian merupakan cikal bakal dari guru penggerak, guru-guru dengan inisiatif dan semangat tinggi untuk terus berkejar-kejaran dengan tuntutan zaman. Saya juga mengapresiasi bapak ibu guru duta rumah belajar yang telah menjadi contoh di daerah masing-masing dalam melakukan inovasi pembelajaran. Saya Sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mendukung Bapak dan Ibu semua". Berada di level 4, saya tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT karena dikumpukan dengan orang-orang hebat dari Aceh Sampai Papua. Semoga saya juga salah seorang yang merupakan cikal bakal dari guru-guru penggerak tersebut. Aamiin ya Rabbal Alaamiin
#MerdekaBelajar
#NadiemMakarim
#PembaTIK2020
#RumahBelajar
#tributehendriwidiatmoko
#gurupenggerak
2 Komentar
terima kasih....
BalasHapusIbu guru Semangat terus berkarir dalam dunia pendidikan, Semoga amanah yang dititipkan Allah Swt melalui lembaga Negara bisa dipeggang menjadi tugas yg mulia dalam memberikan ilmu pengatahuan kepada anak anak Indonesia khususnya kab. Fakfak Provinsi Papua Barat agar mampu bersaing di era globalisasi mecerdaskan generasi generasi handal dalam disiplin ilmu pengatahuan. Aamiin sukses selalu😊💪
BalasHapus